ASAL NAMA PONPES ASSYAKIRIIN

 

Beberapa hari setelah sukses pagelaran Peringatan Maulidur Rasul di halaman Masjid Al Huda Minggirsari pada tanggal 23 Oktober 2021, penulis menghubungi Habib Abdurrahman bin Husein Al Athos di Gresik. Tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2021 saya menyampaikan permohonan kepada Habib Abdurrahman sbb:

“Mohon ijin Bib untuk berkenan memberikan nama masing-masing unit kegiatan dibawah Yayasan Alhuda Hanifa, yaitu: Jam’iyyah Maulid Simtud Duror, Pondok Pesantren, Taman Penitipan Anak, dan Group Hadrah Remas Alhuda”

Habib menjawab:  “Nggih pak Siens, saya minta waktu.”

“Nggih Bib, nyumanggaaken panjenengan kemawon kadospundi sekeco lan saenipun.”

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan belum ada kabar dari Habib Abdurrahman. Penulis tenggelam dalam berbagai aktifitas bisnis dan aktifitas harian lainnya, akan tetapi harapan untuk mendapatkan nama dari Habib Abdurrahman tidak surut sedikit pun.

Minggu awal Desember 2021 pekerjaan di pabrik sangat melelahkan. Ingin rasanya weekend ini istirahat total; pergi ke pantai hutan bakau di Ujung Pangkah melihat berbagai burung beterbangan dari dahan-dahan bakau bergembira dengan suaranya yang ramai; atau sekedar melihat hamparan laut lepas berbatas cakrawala. Tetapi kenyatanya hari itu sepagian di kamar saja, bermalas-malasan. Lewat tengah hari penulis putuskan untuk ke Blitar sampai hari Selasa karena banyak hal yang harus dipikirkan, didiskusikan dan diputuskan bersama pengurus Yayasan. 

Pada hari itu, Sabtu, 5 Desember 2021,  dengan Ertiga penulis berangkat ke Blitar. Gas diinjak pada kecepatan 140 sd 150 km per jam. Tidak terasa ruas demi ruas jalan tol terlewati dan keluar tol di exit Kertosono, dan tanpa berhenti, Kediri, Srengat terlewati. Penulis sampai di Masjid Alhuda ketika Kyai Habib Khumaidi baru selesai mengimami sholat maghrib. Kami bertemu dan bersalaman di depan serambi, penulis minta ijin untuk bertemu lagi setelah sholat maghrib dulu, tetapi Kyai ada undangan di tetangga.

Selesai sholat penulis baru duduk di Bronsu ketika hp berdering. Gus Faridz menyampaikan kabar dari Habib Abdurrahman bahwa besok hari Ahad (6 Desember 2021) penulis diminta menghadap beliau.

Semula penulis mau berangkat pagi-pagi, tetapi mas Boy yg Ketua Yayasan itu masih menahan penulis karena perlu diskusi. Akhirnya baru jam 11 siang benar benar berangkat menuju Gresik dan tiba jam 14.30. Capek dan kantuk tidak tertahankan menyentuh kasur langsung tertidur. Alarm jam setengah empat membangunkan penulis untuk segera berangkat menghadap Habib Abdurrahman.

Setelah bertukar salam, Habib Abdurrahman menyampaikan sebagai berikut: “Pak Siens, setelah bapak minta saya memberikan nama pondok pesantrennya pak Siens itu, saya istikharah. Beberapa kali saya lakukan tetapi tidak saya peroleh nams yang sreg di hati. Ini berarti bukan maqom saya untuk memberikan nama, maka saya naikkan permohonan kepada guru saya Guru Mulya Habib Umar bin Hafidz*) di Tarim Hadramaut, lewat seorang khadim beliau yg saya kenal, seorang Habib dari Indonesia”.

Habib melanjutkan: “Biasanya beliau itu hanya berkenan memberi nama terhadap pesantren yang didirikan oleh santri atau alumni saja, sehingga sebenarnya saya hanya berharap saja beliau berkenan. Alhamdulillah, kemaren tanggal 4 Desember beliau berkenan memberi nama pondoknya pak Siens dengan nama Asy Syaakiriin. Nama ini menurut saya unik pak Siens, karena setahu saya tidak ada pondok dengan nama tersebut. Entah apa rahasianya sehingga Guru Mulia memberi nama tersebut. Saya terbayang wajah Kyai Habib ketika menerima nama tersebut. Semoga sesuai namanya Ponpes ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang selalu bersyukur. Amiin YRA”

Penulis menjawab: “Qabiltu Bib, alhadulillahi rabbil ‘alamiin. Kami terima pemberian nama Asy Syaakiriin dari Guru Mulia melalui Habib, sangat meningkatkan semangat perjuangan kami, kami mohon doanya semoga dengan nama tersebut proses pendidikan di ponpes kami menjadi maju dan para santri mendapat ilmu yang barokah. Amiin YRA”

“Mohon ijin bertanya Bib, apakah boleh saya tambahkan kata atau nama tertentu sebelum dan sesudahnya?”

“Kalau menurut saya tidak perlu pak Siens, kita ngalab berkah dari Guru Mulia dengan nama yg beliau berikan semoga Ponpesnya maju sesuai harapan kita bersama. Cukup di tambahkan angka Ponpes Asy Syaakiriin 1, 2, 3 dst. jika mendirikan beberapa pesantren. Begitu pula nama Asy Syakirin ini boleh digunakan untuk nama unit-unit kegiatan pak Siens, misalnya Jamiyyah Shalawat Simtud Duror Asy Syakuriin, dsb.”

“Terimakasih Bib, akan saya sampaikan kepada Dewan Pembina Yayasan dan kepada saudara-saudaraku semua.”

Gus Faridz yang dari tadi menjadi saksi dialog tersebut mengingatkan: “Pak Siens, sampun meh maghrib”. Maka kamipun berpamitan kepada Habib Abdurrahman bin Husein Al Athos dengan hati bahagia.

*) Nama lengkap beliau adalah al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz 

Rencana Ponpes Asy Syaakiriin
Penulis bersama Habib Abdurrahman di suatu kesempatan di Madura

 

Originally posted 2022-04-08 10:17:05.

About Siens Harianto

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.