Milad MINHA 53 – Peran Orang Tua Dasar Pendidikan Anak

foto bersama Kepala MI Nurul Huda dan juara lomba video kreatif ucapan milad

____

Tahun 2022 ini, MI Nurul Huda Minggirsari melaksanakan Milad ke-53 tahun yang bertepatan pada tanggal 05 Mei 2022. Kesempatan itu diambil untuk melihat prestasi dan kreatifitas siswa. Lomba membuat video ucapan dengan ketentuan yang ada oleh penyelenggara. Sekitar sepuluh video masuk ke panitia dan ditentukan siapa sang juara. Terpilih tiga video terbaik dan mendapat reeward.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran orang tua. Dukungan berupa materi maupun moril tentu berpengaruh besar. Dukungan orang tua adalah kesadaran tanggung jawab untuk mendidik dan membina anak secara terus menerus dengan memberikan bantuan yang dilakukan orang tau terhadap anak untuk memenuhi kebutuhan dasar anak. Dukungan tersebut berwujud pemberian perhatian, perasaan aman dan nyaman, serta rasa kasih sayang. Peran orang tua ini adalah pendidikan dasar yang akan dijalani seorang anak.

Pendidikan paling dasar atau yang disebut pendidikan lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, afektif maupun psikomotorik pada anak. Di samping dikenalkan kepada lembaga-lembaga pendidikan sebagai alat bantu mengolah kecerdasan anak. Adapun dua faktor yang menentukan kecerdasan anak adalah nature dan nurture. Nature (bawaan) merupakan bagian dari unsur genetik dan juga pola gizi yang diberikan. Faktor gen menjadi salah satu kemungkinan yang terkuat. Kedua adalah faktor pola gizi. Riset mengatakan bahwa masa prakonsepsi orang tua juga berpengaruh pada kecerdasan anak. Prakonsepsi merupakan masa dimana proses pembuahan belum terjadi. So, gizi dari calon orang tua turut memiliki andil dalam mencetak generasi berkualitas dan luwes (cerdas).

Jika sudah demikian, bagaimana mengolah kecerdasan anak yang baik? Anak pada usia sekolah dasar pada umumnya memasuki tahap perkembangan operasional konkrit. Menurut Jean Piaget, anak membutuhkan benda konkrit (nyata) ketika mendengarkan suatu penjelasan. Misalnya, ketika orang tua mengidentifikasikan apa itu buku, kebanyakan anak pasti bertanya-tanya seperti apa bentuk nyata buku. Demikian yang disebut rasa ingin tau anak. Rasa ingin tau anak ini dibutuhkan setting yang disebut faktor nurture diatas atau pembinaan, pengolahan, pembiasaan atau pembelajaran. Sebagai contoh sebuah keberhasilan orang tua dalam mengelola rasa penasaran anak kecil adalah ayah dari Bapak B.J Habibie. Beliau adalah ayah dari presiden RI ke-3 yang memiliki tingkat IQ diatas rata-rata. Bapak Habibie sukses merancang pesawat terbang pertama di Indonesia. Berikut kisah Bapak Habibie dan ayahnya ketika masih kecil.

Pada saat Pak Habibi kecil, ia bersama ayahnya pergi ke sungai. Sang ayah melempar sebuah kertas dan batu bersamaan keatas air sungai. Pak Habibi melihat bahwa batu tenggelam lebih dahulu, kemudian disusul oleh kertas. Beliau menjadi penasaran mengapa dua benda tersebut bisa tenggelam dalam waktu berbeda, padahal dilempar secara bersamaan. Rasa penasaran Pak Habibie kala itu dijawab ayahnya dengan jelas, bahwa hal itu terjadi sebab perbedaan massa benda. Saat itu, Ayah Pak Habibi mendapati anaknya belum puas mendengar penuturannya. Sang Ayah kemudian menyodorkan buku kepada Pak Habibie dan berkata “Jika kamu belum puas dengan jawaban ayah, bacalah buku ini!” (Sumber : cerita dosen).

Demikian, seorang anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal namun juga perhatian serta dukungan dari orang tua. Suatu modal yang besar dan landasan yang kuat untuk mengejar cita – cita. Oleh sebab itu para orang tua sudah seharusnya lebih ekstra dalam memberikan perhatian dan pendidikan bagi sang buah hati. Tiga hal berupa orang tua, guru, dan anak itu sendiri apabila berkesinambungan, maka anak menjadi lebih mudah pandai dan tentu berguna kelak bagi nusa dan bangsa. Wallahua’lam.

Originally posted 2022-05-19 19:39:43.

About Mukaromah

Check Also

TES PENERIMAAN MURID BARU MI NURUL HUDA

Alhamdulilah tes Akademik siswa baru untuk gelombang 1 sudah terlaksana. Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh …

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.