NABUH BEDUG

Jamaah tarawih usai. Doa puasa sudah diniatkan bareng2, sang muroqi pun segera melantunkan pujian “Shollahu ‘Alaan Nabii Muhammad..”

Bersama dengan itu pula, anak² udah bersiap mengelilingi bedug, kentongan dan menabuh dengan bersuka ria.

Nampak wajah² sumringah mereka, seolah ini sesuatu yang ditunggu-tunggu. Klothèk an ini menjadi budaya khas di Desa Minggirsari. Terlebih bagi masjid tertua di Desa ini. Anak² putri melihat sambil bermain.

Yang nabuh bedug akan gantian jika waktunya harus minta tanda tangan ke imam sholat. Ramdhan kali ini ada dua imam sholat tarawih, yaitu Kyai Habib Humaidi dan Ustadz Arif Mubaidillah. Meski, sak jane gak semua anak² sholat tarawih dengan tertib. Yaa gak apalah. Namanya juga anak².

Kembali ke nabuh bedug, yang mengiringi pujian shollahu. Sebuah pujian pitutur yang dalam maknanya. Menyampaikan pesan keimanan lewat budaya bahasa jawa.

Pertama, membahas keimanan kita kepada Alloh SWT beserta sifat² asmaul husna Nya. Dilanjut berkisah tentang malaikat dan sifat²nya. Terakhir tentang kisah Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mulai dari lahir, silsilah dan hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Begitu indah ajaran Islam, bisa menyatukan dakwah dengan budaya.

Memang benar. Ajaran Islam adalah Rahmatan Lil ‘Alamiin.. Rahmat bagi semesta alam.

Originally posted 2022-04-15 16:23:24.

About Yusak Ahmadi

Check Also

MAULID BERSAMA HABIB ABDURRAHMAN GRESIK

“Katakanlah, dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad SAW) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira” …

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.